Puisi Iin Syah dan hilang waktu seperti tetesan embun di pucuk rambutan yang mencuri keemasan warna langit di senja yang habis kucoret dengan tinta ungu:rumah mungil terakhir. … Lanjut membaca
Pun di balik resah angin meniup dedaunan kering ,reranting menyapu tanah merah, persis saat kau letakan kertas merah dan membuangnya di saat ku ingin sapa. Terbata. Kau letakan jadikan sampah. … Lanjut membaca
dasar pria! birunya biruku birunyabirumu birunya biru bilur pilu bunuh riuh… syahdu yang jauh birubirubiru langitlautku, semua numpang berteduhmenimbangragu bersajakbiru, pinjam biruku birukubirubiruku biru sajak biru ada apa dengan biru? … Lanjut membaca