Pagi ini saya baca berita di Yahoo, tentang RUU pangan , lanjut ke berita Impor beras yang dilakukan pemerintah kita. Tak tanggung tanggung, impor beras yang dilakukan dari negara tetangga; Vietnam yang luas negaranya saja lebih kecil dari kita, sebesar 1,5 juta ton beras, dari Thailand 1 juta ton beras, dari India 500 ton beras. Apa yang anda bayangkan atau terbersit di pikiran anda? kalau saya terus terang saja merasakan ada suatu hal yang perlu dibenahi pemerintah negeri ini. Dulu, di jamannya presiden Soeharto, seorang presiden yang lebih mencintai pertanian, peternakan dan perikanan, negeri ini swasembada beras. Tak heran sebenarnya jika negeri ini swasembada beras, sebab dengan luas tanah negeri ini dengan ribuan pulau yang ada, kenapa musti heran? mestinya rasa heran itu ada di masa sekarang, dengan luas tanah dan ribuan pulau, tetapi tak bisa mendorong rakyatnya untuk menjadi petani, malah memberikan solusi yang mudah dan tentu saja menguntungkan sebagian golongan, IMPOR saja beras dari luar negeri !! Tak mengherankan atau tak salah bukan jika dalam pikiran kita terbersit sebuah sikap curiga, jangan jangan menccari dana kampanye buat pemilu depan dengan mengambil komisi penjualan dari importir beras ini…..bisa jadi , iya kan? Mau lihat infonya?
http://id.berita.yahoo.com/dulu-swasembada-sekarang-indonesia-malah-impor-beras-112909739.html
Itu baru seimbang, Kita impor beras dari luar Negeri, lalu kita mengekspor tenaga kerja (PRT) ke luar negeri ^–^. Apa kata dunia tentang negara kita (negara PRT)
Sayang sekali ya Mas Nanang.
semoga saja ada para petinggi pengambil kebijakan membaca postingan dan komentar di sini….ya mas.
kalau melihat indonesia, lucu..
dalam kekuasaan, ada kolam dalam kolam…
trus, Neraka di surga,,, hehehe
tapi ini negri sendiri,
ya mau tidak mau aku sayang negriku… hehehe
ya…saya yakin semua sahabat sayang negeri ini, makanya merasa nggak pantas jika negeri ini import segala bahan makanan dan pertanian……duuuhhh aneh bin ajaib
hahaha begitulah indonesia… haha
Indonesia gtu luas pertaniannya,,,,malah import beras,,dimana nih kinerja Menteri kita ini,,waduh gawat sudah pangan indonesia.
aneh saya juga… pertanian dimana-mana, masih saja import beras..
ga jelas saja neikh indonesia…
^_^
miris ya lihatnya…dududuuuuhhhhh
iyyaa pak, apa coba.. bagusnya dan kepengennya sich kaya iran… gitu..
mungkin bukan hanya mentri saja yg salah di sini mas…arah pembangunan kita seperti jalan tanpa tujuan, diperparah dengan berbagai kepentingan golongan untuk bisa duduk di pemerintahan …..jadinya negeri kita negeri yang hanya dibatasi oleh negara2 lain untuk jadi negara tujuan pemasaran saja…..
lha… impor lagi?
yah begitulah gan….kasian sekali negara kita….punya tanah luas tapi semua imporrrrrt
ya begitulah gan… kapan atuh pemerintah mau berpihak pada petani…
dan sedikit hal yang saya tahu orang orang perginya ke kota itu karena di desa tidak ada lapangan pekerjaan… setidaknya itu yang terjadi di kampung halaman saya dari dulu sampai sekarang..
benar kang….petani hanya dijadikan sapi perahan suara pemilu saja..
nah ini berarti peluang bagus mas kalau memang rakyat indonesia tidak membutuhkan pemerintah, caranya? tunjukan aja kalo kita memang mandiri
ntar juga tuhan yang nolong bukan pemerintah.
mas Ardiansyah, saya jadi ingat esai nya Habermas, seorang filsuf tentang sketsa perkembangan masyarakat dalam analisisnya: Toward a Reconstruction of Historical Materialism dan bukunya Legitimation Crisis, Habermas memadukan materialisme Sejarah dan teori sistem untuk menjelaskan bagaimana masyarakat berkembang secara evolusioner. Di samping menerima unsur2 kritis dari kedua pendekatan itu, habermas mengkritik unsur unsur tidak kritis di dalam pendekatan ini dalam bentuk determinisme.salam
mau gimana lagi mas. merubah pemerintah itu sangat susah banget.
mendingan kita rubah diri masing-masing ke arah yang lebih baik
banyak orang yang ingin merubah dunia namun tidak marubah dirinya sendiri kan mustahil.
semangat perubahan
mas Ardiansyah….:) bagus juga memang semestinya begitu, merubah diri sendiri dulu…mungkin memang mindset tentang bertani di pikiran para kawula muda juga mestinya diubah, bahwa seorang sarana itu lebih gagah jika bekerja di kantoran dengan dasi dan jas, bahwa setelah lulus sarjana itu harus kerja di kota, sementara desa2 ditinggalkan…dan sawah sawah diterbengkalaikan, atau lebih gampang buat cari uang, ya dijual saja berhektar hektar lalu dijadikan perumahan….nah ituuuu mindset spt itu yg terjadi di kita….seandainya saja pola pikirnya diubah, bahwa untuk bisa hidup layak itu tak mesti ke kota, tetapi tetap di kampung dan tetap bersawah, berkebun, dengan pengelolaan yg modern, pasti indonesia takan pernah Import beras lagi. Pasti. Cuma masalahnya, pemerinath dan DPR juga tidak mendukung ke arah perubahan pola pikir itu…. contohnya: segala kebutuhan petani dipersulit, dibuat langka pupuknya atau bibitnya, permodalan dibuat sulit untuk petani, bandingkan dengan para cukong di kota yg begitu mudahnya mendapatkan modal…UU perdagangan- ekspor impor juga tidak mendukung ke arah swasembada beras …malah lebih mencari gampangnya….tinggal beli. Pengelolaan pasca panen di bidang distribusi hasil penjualan petani tidak didukung oleh kebijakan pemerintah. waahhh…..negeri kita lama lama kelaparan di tengah gudang beras….