
puisi untuk gubernur DKI
Bagaimana mungkin aku bisa bernafas
jika hanya untuk sekedar menggerakkan tumit kaki saja
sudah bersentuhan dengan roda dan knalpot dari mesin kendaraan
yang berjubel di setiap inci kota jakarta,
sesak, tentu saja.
Tetapi kehidupan musti berjalan terus
menyambangi hari demi hari yang kian tak dapat matahari
bahkan hanya untuk sekedar mendapati bayang bayang,
di antara sela-sela gedung pencakar langit dan bangunan Mal – Mal bertubuh tambun,
kota ini semakin terasa sempit saja.
Bagaimana mungkin aku bisa bernafas
Jika hidung kami disesaki kotoran debu jalanan dari kendaraan-kendaraan
yang tak layak disebut kendaraan,
sebab tak ada lagi rasa aman dan nyaman,
lalu kau seenaknya berseliweran di televisi dengan senyum dan berkata:
” Saya akan membangun Jakarta dengan hati, jika terpilih kembali , nanti ! “
Bekasi: 14 februari 2012
Kampanye pak FB katanya, dia ahlinya yang bisa mengatasi segala permasalahan di Jakarta.
Benar sekali Pak Nanang, Tentu harus sabar. Karena menurut saya yang tinggal di Jakarta harus orang sabar seperti Pak Nanag. Kalau saya senang di Kendari saja.
Salam kenal ….
sebegitunya Jakarta ya, Mas
dulu ketika liburan kuliah saya pernah ke Jakarta
setelah itu sampai sekarang belum pernah lagi
semoga suatu saat bisa ke Jakarta lagi…
sangu tabung oksigen aja biar bisa nafas walau banyak polusi #kidding
” Saya akan membangun Jakarta dengan hati, jika terpilih kembali , nanti ! “
janji hanya sebatas janji gan…
mengobral janji sudah tradisi padahal belum tentu bisa di tepati…
mending gak usah berjanji tapi tunjukanlah dg kerja sepenuh hati…