nanangrusmana.com

Kolom Sharing tentang Interior Design,Seni ,Sastra, Sketsa & Kehidupan

Toilet Emas Senayan

puisi nanangrusmana

 

Oi…………………

Orang senayan

kotoranmu begitu berkilau cahaya pendar ke emasan

kotoran kami hindari cahaya

bahkan apalah lagi pendar kilau emas berlian

untuk apa?

kotoran kami disumpel di celah tembok retak tanpa plesteran membuat senyum

lega

kotoran kami lebih suka gelap gulita

Oi

Toilet emas jadi pundi pundi

menggunung sudah

lalu entah membeku atau mencair

salahmu salah kita semua

memilih orang orang yang suka mules

Oi

Toilet emas

buang semua kotoranmu !

 

 

Jakarta: 21 Januari 2012

untuk banggar DPR

10 Comments on “Toilet Emas Senayan

  1. ardiansyahpangodarwis
    6 Februari 2012

    keren :)

  2. Ely Meyer
    24 Januari 2012

    miris saja baca berita ini

  3. Mila
    24 Januari 2012

    masih mending di toilet itu ada kotak amalnya ya :(

  4. Budiman Firdaus
    24 Januari 2012

    kapan ya mereka di sana bisa introspeksi diri???

  5. monda
    23 Januari 2012

    lagi musimnya barang import sih ya… biar keliatan mentereng
    kapan ya ada musim cintai produk dalam negri

  6. uyayan
    22 Januari 2012

    puisi yang bagus..

    saya sendiri suka bingung gan saat di bilik tps, mau milih siapa c a, c b atau c c dst, karena tidak semua calon wakil rakyat kita kenal atau minimal tau jejak rekamnya…

  7. Noer
    22 Januari 2012

    Orang-orang yg di senayan itu mestinya ngaca sama orang-orang yang diwakilinya. Banyak orang yg tinggal di daerah terpencil sama sekali tidak punya toilet, mereka malah menghamburkan uang pajak untuk bermewah-mewahan membangun toilet mewah. Banyak jembatan di kampung-kampung yg ambruk, sampe anak-anak menyeberang untuk pergi ke sekolah dengan bergelantungan menyabung nyawa, mereka orang senayan malah bermewah-mewahan dengan puluhan milyar hanya untuk renovasi ruangan ukuran 10 x 10 meter.
    Kunjungan siang hari, sukses selalu sobat…

  8. Sayyidah 'Ali
    22 Januari 2012

    berusaha memahami, tapi sangat susah mengucapkannya..
    “salahmu salah kita semua

    memilih orang orang yang suka mules” bener sekali,, mudahan jadi pelajaran bagi anak bangsa, dan kedepan bisa memilih dengan lebih bijak, tak tergoda oleh rayuan apapun.

    • nanangrusmana
      22 Januari 2012

      :) makasih Sayyidah ‘Ali ; herannya masy kita selalu tak pernah belajar dari yg sudah sudah….selalu terulang…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21 Januari 2012 by in Tentang Puisi and tagged , .

My Blog roll