kudengar nyanyian burung bergantian sepanjang sepuluh tahun lamanya
mengalun lembut terdengar nyaring di hati
nyanyian burung burung perkutut di sangkar atas rumah
merdu merindu mengharu biru bila kumenjauh darinya
kudengar burung burung berkicau bersahutan
tanpa nada tanpa irama , entah pertanda apa pikirku.
Semua mengacau waktu tidurku yang tiba tiba saja hilang rasa
lalu awan hitam menggelayut langit atap rumahku
gerimis menaburi reranting,daun,bungabunga, tanaman rambat,besi besi tua rongsokan yang tergeletak mesra berdua dengan kucing kucing angora
gerimis membasahi bangku sofa, meja meja , foto foto kami semua yang sudah berdebu dan tak jelas lagi wajahnya
gerimis datang dihampiri petir yang memekakkan telinga menjatuhkan jantung
mungkin ini adalah waktuku, waktumu , waktu kami semua buat mandi berserah diri pada hujan dan air langit
hingga suci bersih badan kami.
Jakarta;19 januari 2012
nanangrusmana:
hujan…
saya suka
makasih..:)
wow susunan kalimat yang indah..mengalir bertaut satu sama lain..hingga akhirnya mengajak kita semua untuk berserah diri dan mensucikan hati…