nanangrusmana.com

Kolom Sharing tentang Interior Design,Seni ,Sastra, Sketsa & Kehidupan

Ketika Hujan dan Petir Sembunyikan Nyanyian Perkutut

 

 

kudengar nyanyian burung bergantian sepanjang sepuluh tahun lamanya

mengalun lembut terdengar nyaring di hati

nyanyian burung burung perkutut di sangkar atas rumah

merdu merindu mengharu biru bila kumenjauh darinya

kudengar burung burung berkicau bersahutan

tanpa nada tanpa irama , entah pertanda apa pikirku.

Semua mengacau waktu tidurku yang tiba tiba saja hilang rasa

lalu awan hitam menggelayut langit atap rumahku

gerimis menaburi reranting,daun,bungabunga, tanaman rambat,besi besi tua rongsokan yang tergeletak mesra berdua dengan kucing kucing angora

gerimis membasahi bangku sofa, meja meja , foto foto kami semua yang sudah berdebu dan tak jelas lagi wajahnya

gerimis datang dihampiri petir yang memekakkan telinga menjatuhkan jantung

mungkin ini adalah waktuku, waktumu , waktu kami semua buat mandi berserah diri pada hujan dan air langit

hingga suci bersih badan kami.

Jakarta;19 januari 2012

nanangrusmana:

4 Comments on “Ketika Hujan dan Petir Sembunyikan Nyanyian Perkutut

  1. meta
    16 April 2012

    hujan…
    saya suka :)

  2. uyayan
    19 Januari 2012

    wow susunan kalimat yang indah..mengalir bertaut satu sama lain..hingga akhirnya mengajak kita semua untuk berserah diri dan mensucikan hati…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 19 Januari 2012 by in Tentang Puisi and tagged , , .

My Blog roll