Sebuah pertanyaan yang sebenarnya tak perlu saya jawab, sama seperti halnya ketika saya ditanyakan kenapa anda makan? kenapa anda mandi? kenapa anda tidur? semua sudah jelas dan terang, bahkan mungkin seterang sinar matahari yang selalu menyinari bumi dan memberikan manfaat penuh pada seluruh makhluk hidup bukan hanya manusia.
Banyak yang mengira bahwa menulis puisi adalah sejenis kegombalan..; mungkin benar untuk type orang tertentu yang memang membuat puisi sebagai katakata gombal merayu wanita, mungkin, tetapi ada banyak hal yang lebih dari sekedar kegombalan katakata. Banyak. sangat amat banyak sekali hal yang dapat dituliskan melalui puisi tidak hanya tentang rayuan. Sekiranya menulis puisi adalah rayuan pada wanita, oh…mungkin chairil anwar atau Rendra atau Prof sapardi Joko Damono akan sangat marah. Puisi adalah sebuah teks, sebuah pesan dari seseorang yang ingin disampaikan dengan bahasa yang penuh dengan gaya bahasa dan perumpamaan.
Sebagai sebuah pesan , puisi memiliki tujuan, dan semua aspek kehidupan yang ingin disampaikan seorang penyair adalah segala hal tentang hidup yang dirasakan oleh jiwanya perlu diungkapkan. Segala hal, bukan hanya tentang cinta. Ingat bukan hanya tentang cinta. Buat saya ; kegelisahan, kemarahan, kegembiraan, baik personal maupun lingkup sosial , bisa sebagai sebuah protes sosial atas ketidak adilan , merupakan lahan subur yang bisa menerbitkan karya karya puisi.
Jika para wartawan menuliskan kejadian sosial apa adanya sebagai bentuk laporan pandangan mata, maka seorang penyair menuliskannya sebagai sebuah rekaman peristiwa dengan penuh apresiasi atas peristiwa yang ingin diungkapkannya. Seperti puisi yang saya tulis http://nanangrusmana.wordpress.com/2011/12/17/surat-untuk-sondang-hutagalung/
Jadi, masihkah menilai penulis puisi sebagai penggombal wanita? ups……
Bekasi: Pagi buta; 17 January 2012
nanangrusmana
Blog pada WordPress.com. Tema: Suburbia oleh WPSHOWER.
Lanjutkan!
Saya Penikmat puisi
siiiipppp
makasih Desita…
Beberapa teman lama saya di Bali adalah seniman sastra, dan saya sangat mengapresiasi mereka. Kalau saya amati karya-karya mereka, banyak sekali yang tidak ada kaitannya dengan kegombalan dan rayu merayu (walau tentu saja perjalanan cinta mereka pun banyak dituangkan dalam pusisi). Banyak yang mengexpresikan pencarian mereka akan makna kehidupan, kegelisahan, protes, penghargaan, kepedulian, kehangatan, kenangan, religiousitas dan sebagainya.
Jadi saya setuju sekali dengan pernyataan Pak Nanang soal mengapa kita menulis puisi..
benar mba Sri…:) lihatlah postingan saya terbaru tentang Puisi Gus Mus…isinya adalah kritik sosial politik…..
Esai yang merangsang gairah berkarya cipta
salam lifespirit!
saya suka puisi bila pada saatnya tiba
banyak cara untuk berkarya…
puisi di mata saya adalah bentuk tumpahan isi hati yang di tuangkan dalam kata kata penuh arti dan bermakna..
isinya tergantung isi hati c penbuat puisi itu sendiri..bisa tentang cinta, kritik sosial dll..
kalo salah tolong di ralat gan…
benar gan……sangat benar..hanya saja sebenarnya, ketika sebuah puisi dipublish, maka makna puisi yg dibuat penyairnya itu menjadi milik pembaca siapapun berhak memiliki makna sendiri sendiri sesuai dengan penafsirannya, jadi tidak terikat lagi oleh penyairnya.
Orang yg biasa menulis puisi, umumnya memiliki kehalusan budi. Kehalusan biasanya diidentikan dengan jiwa wanita. Mungkin karena ini, banyak orang berprasangka kalo puisi itu untuk merayu wanita. Padahal puisi ya tidak sekedar itu, gimana kang….?
mungkin juga pak Noer….:)
sepertinya puisi tidak selalu bicara soal wanita… kalau saya jarang bikin puisi, tapi suka menikmati puisi…
mestinya dan kenyataannya memang spt itu ya ….puisi adalah sebuah pesan, dan bisa untuk tujuan apa saja , bukan hanya melulu tentang wanita, anda benar mas. salam malam..:)
terkadang kalau cara lain tidak ada yang bisa menggambarkan apa yang kurasa, puisilah jawabannya
benar mas. Puisi adalah caratermudah …
iya, Mas Nanang, saya juga suka menulis puisi
untuk khusus puisi, saya kumpulkan di:
http://puisiazzet.wordpress.com/
Bila senggang, silakan mampir ya Mas…
sipp…insya Allah mas..sy ke TKP
Puisi
knapa orie…:)