hei…!
sudah berapa kali pasir berputar meneteskan bulirbulir mungilnya
namun kau masih saja duduk di situ di serambi ku;
membaca puisi lalu menangis atau tertawa buatmu sama saja bukan?
hei..!
jikasaja kutuangkan pasir memaksamu tumpahkan semua dalam tabungku
berikan saja jangan kau simpan lalu kau hancurkan kaca beningku;
tempat pantulkan wajahku sendiri
lalu kuterbahak atau tersenyum atau menangis sedu sejan; sama saja bukan?
hei..!
berikan untukku pantulan sinar yang setiap saat kau gadaikan.
Bekasi: 14 Jan ’12
nanangrusmana
Hei
sudah berapa lamakah kita bersama tanpa satu puisipun kita baca ?
padahal berlembar-lembar puisi telah kita tulis bersama
Hei Nanang kapan kita bersua dan minum kopi bersama puisi-puisi itu ?
hei
Salam hangat
salam hangat selaluuuu mba Rini……
iya sudah lama kita tak pernah bicara dalam puisi ya? kelas yang kosong tanpa siswa…tanpa pelajaran….
wah, sastrawan ya pak?
puisinya keren2 euy
hmm….:) makasih ya…