nanangrusmana.com

Kolom Sharing tentang Interior Design,Seni ,Sastra, Sketsa & Kehidupan

rumah mungil terakhir

 

Puisi Iin Syah

 

 

dan hilang waktu

seperti tetesan embun di pucuk rambutan

yang mencuri keemasan warna langit

di senja yang habis kucoret dengan tinta ungu:rumah mungil terakhir.

 

dan semua senyap

diambil hening yang menerobos hingga ke kulit ari

menggigilkan senyuman yang habis masa

bersama bisu, ah ya… pergi saja.

 

dan mempertanyakan pagi yang tertinggal,

kemana saja?

 

ke punggung gerbong yang sengal di sepanjang rel tua

atau terminal-terminal pengap dan bau sesak peradaban yang

fuh, membuat nasaf tersengal, semakin hilang saraf,

semakin hilang kesah; rumah mungil terakhir.

 

Dimana?

pelupuk mata orang-orang lalu lalang

atau tapak tangan dengan kedua belahnya yang

tak lagi bergambar. Datar.

Nasib berpindah menjadi latar notebook

 

Ah ya,

rumah mungil terakhir.

 

bersama lukisan dari kanvas murahan

yang menjelma garis-garis tak beraturan

wajahmu

wajahnya

wajahku

wajah mereka yang simpang siur;

dari lakon-lakon vcd bajakan, 21, dosen, mahasiswa,

tukang fotocopy, penjual makanan sepanjang rel,

tukang buah, OB, dekan, profesor, tukang es doger,

sopir angkot, masinis kereta, semua,

semua yang berpapasan di jalanan

dan berakhir di jembatan penyeberangan

bersama titisan dewi sri yang menadahkan tangan

meminta sedekah untuk menebus sepiring nasi dari segenggam beras

yang dulu pernah dikutuk legenda untuk menjadi keberkahannya.

 

dan sayap patah

aku mencari ketiadaan yang melarikan logikaku hingga ke langit

apa saja

tinggal mengukir waktu pada semua bacaan, dongeng, dan wacana

yang bukan bertuliskan rindu, hanya rumah mungil terakhir.

 

Tempat cinta,

tempat pulang, tempat tak ada lagi alasan,

tempat sunyi menjamu

tempat lentera tak masalah terang atau padam

 

tempatku.

 

 

Margonda, 11 Desember 2011

 

 

3 Comments on “rumah mungil terakhir

  1. Tina Latief
    16 Januari 2012

    cowok sekarang pinter bikin puisi yah…
    apa gara-gara suka nggombal nih? hehehe salama kenal…

    • nanangrusmana
      16 Januari 2012

      salam kenal kembali….
      analisa begitu pernah saya dapatkan dulu, karena image puisi hanya sebagai katakata manis penuh bualan….: masih wajar analisa begitu jika tak memahami tentang puisi.
      Jika benar begitu , berarti yg namanya : WS Rendra, Prof Sapardi Joko Damono, Chairil Anwar, Acep zam zam noor, dll adalah type type penggombal ya? :) hahaha…..bukan itu. Puisi adalah juga teks yang berisi pesan, dan tema cinta hanya satu bagian saja dari sekian tema puisi…..

  2. nanangrusmana
    12 Januari 2012

    tempatmu,
    adalah tempatku yang bertajuk seribu ukiran mengulir katakata
    yang menjelma merupa wajahwajah entah kenapa
    mengerling menghardikku tanpa basabasi
    dan
    di jembatan penyeberangan kamis malam
    kutemukan sepotong sayap patah
    menunjuk arah pulang
    tempatmu
    ketika lentera redup
    bersama lamunan di tepi laut

    tempatmu.

    # Iin……..luarbiasa catatan terakhirmu di margonda…. :) selamat pulang…..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12 Januari 2012 by in Tentang Puisi and tagged .

My Blog roll