nanangrusmana.com

Kolom Sharing tentang Interior Design,Seni ,Sastra, Sketsa & Kehidupan

Dan angin menghempasku

 

dan angin menghempasku di trotoar jalanan yang tiba tiba saja memakan kakikakiku hingga kutakbisa melangkah menyusuri untaian katakata dan bibirmungilmu yang tiba tiba saja memakanku bulatbulat hingga tulangbelulangku remuk redam tanpa daya, lalu wajahwajah di jembatan kereta stasiun sudirman kamis malam ini melumatku menyerangku dengan nafsu yang takkan pernah hilang, tuhanpun bahkan tak tahu kenapa aku mati malam ini di tepian rel tua stasiun sudirman

dan wajah wajah lelah menghardik kepalaku  menembus mengaliri selsel darah merahku ke setiap ujung nadinadiku membuatku beku . ya mungkin aku mati setelah mengenal wajah indahmu sambil kuberharap petimatiku terbungkus kain dan terukir indah katakata maafmu.

Jakarta: 11 Januari 2012

Stasiun Sudirman.

16 Comments on “Dan angin menghempasku

  1. Budi Nurhikmat
    15 Januari 2012

    Suka dengan gaya ini kang……,
    selalu ada makna dalam setiap tautan kata, semisal “…tulangbelulang”, “nadinadiku”, “petimatiku”…..,
    setelah mengalir meng-kias peristiwa dari awal terdejavu dan katakata teakhir “ya mungkin aku mati setelah mengenal wajah indahmu sambil kuberharap petimatiku terbungkus kain dan terukir indah katakata maafmu.”…..menjadi penutup yang banyak makna…. :)
    sebuah puisi metropolitan banget kang Nanang, nampaknya seperti trailernya “Tiga Langit Cinta di Metropolitan” …….mungkin. :)

    • nanangrusmana
      15 Januari 2012

      kang Budi Nurhikmat, :) makasih sdh meluangkan waktunya mengapresiasi puisi emosional ini….; tulang belulang…nadinadiku….petimatiku… jika ditarik garis makna sampai di ujung larik terakhir akan sampai pada satu tuntunan ke mana dan apa yang saya ingin sampaikan. Sebuah puisi emosional yang memuncak ketika saya tuliskan. Btw….pemahamanmu sungguh bermakna…:) salam sastra kang…makasih..

  2. monda
    14 Januari 2012

    daleeem …
    masih belum ada kata maaf dari dia…?

    • nanangrusmana
      14 Januari 2012

      monda….makasih ya…sdh mengapresiasi…
      masihh belum hadir, biarkan saja….waktu masih sangat panjang ….:) :)

  3. uyayan
    14 Januari 2012

    merangkai kata demi kata sampai jadi kalimat yang indah dan bermakna sangat susah..
    tapi bagi gan nanang rusmana kayaknya sangat mudah…

    bisa bagi gan ilmunya…
    salam…

    • nanangrusmana
      14 Januari 2012

      makasih gan….:) sdh mampir menyempatkan membaca puisi ini….., mencintai dulu puisi dan karya sastra lainnya, satu saat pasti akan mudah….

  4. ikiakukok
    14 Januari 2012

    masih meraba makna tapi suka dengan kata2nya..

    • nanangrusmana
      14 Januari 2012

      ikiakukok, :) salam malam ….terimakasih sdh mengapresiasi ……dalam setiap puisi, jika mau memahami maknanya, cari benang merah dari setiap larik….:)

  5. Ely Meyer
    14 Januari 2012

    wow … tulisannya indah bermakna … karena nggak semua bisa merangkai kata kata indah untuk menyampaikan apa yg ada di pikiran seperti ini *termasuk saya* :D

    • nanangrusmana
      14 Januari 2012

      :) terimakasih Ely meyer sdh mengapresiasi tulisan ini……:) jika sering ke sini pasti bakal bisa memahami hehe

  6. Mila
    13 Januari 2012

    pertamaxxx……

    apa nih makna kang…..saya blm mafhum :)

    • nanangrusmana
      14 Januari 2012

      Mila, ini gaya meminta maaf pakai puisi…pada seseorang….:)

      • danyf5habibi
        14 Januari 2012

        Seseorang itu siapa pak?
        #Kalau boleh tahu. :)
        Eh, sampai lupa. Sebelumnya salam kenal dari saya.

      • IBNUFAJARISME
        14 Januari 2012

        masih ga paham.. bahasanya tingi :D

    • nanangrusmana
      14 Januari 2012

      danyf5habibi…salam kenal juga….:)
      upss…hahaha yunggu saja nanti suatu saat dia mampir ke sini , bloger juga hahaha…:)

    • nanangrusmana
      14 Januari 2012

      Pak Ibnu, salam kenal pak…..:)
      memahami puisi itu berbeda dgn memahami sebuah tulisan non fiksi, perlu mendalami bahasa sastra ….btw terimakasih apresiasinya pak…:) salam.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12 Januari 2012 by in Tentang Puisi and tagged , .

My Blog roll