dan angin menghempasku di trotoar jalanan yang tiba tiba saja memakan kakikakiku hingga kutakbisa melangkah menyusuri untaian katakata dan bibirmungilmu yang tiba tiba saja memakanku bulatbulat hingga tulangbelulangku remuk redam tanpa daya, lalu wajahwajah di jembatan kereta stasiun sudirman kamis malam ini melumatku menyerangku dengan nafsu yang takkan pernah hilang, tuhanpun bahkan tak tahu kenapa aku mati malam ini di tepian rel tua stasiun sudirman
dan wajah wajah lelah menghardik kepalaku menembus mengaliri selsel darah merahku ke setiap ujung nadinadiku membuatku beku . ya mungkin aku mati setelah mengenal wajah indahmu sambil kuberharap petimatiku terbungkus kain dan terukir indah katakata maafmu.
Jakarta: 11 Januari 2012
Stasiun Sudirman.
Suka dengan gaya ini kang……,
selalu ada makna dalam setiap tautan kata, semisal “…tulangbelulang”, “nadinadiku”, “petimatiku”…..,
setelah mengalir meng-kias peristiwa dari awal terdejavu dan katakata teakhir “ya mungkin aku mati setelah mengenal wajah indahmu sambil kuberharap petimatiku terbungkus kain dan terukir indah katakata maafmu.”…..menjadi penutup yang banyak makna….
sebuah puisi metropolitan banget kang Nanang, nampaknya seperti trailernya “Tiga Langit Cinta di Metropolitan” …….mungkin.
kang Budi Nurhikmat,
makasih sdh meluangkan waktunya mengapresiasi puisi emosional ini….; tulang belulang…nadinadiku….petimatiku… jika ditarik garis makna sampai di ujung larik terakhir akan sampai pada satu tuntunan ke mana dan apa yang saya ingin sampaikan. Sebuah puisi emosional yang memuncak ketika saya tuliskan. Btw….pemahamanmu sungguh bermakna…:) salam sastra kang…makasih..
daleeem …
masih belum ada kata maaf dari dia…?
monda….makasih ya…sdh mengapresiasi…
masihh belum hadir, biarkan saja….waktu masih sangat panjang ….:)
merangkai kata demi kata sampai jadi kalimat yang indah dan bermakna sangat susah..
tapi bagi gan nanang rusmana kayaknya sangat mudah…
bisa bagi gan ilmunya…
salam…
makasih gan….:) sdh mampir menyempatkan membaca puisi ini….., mencintai dulu puisi dan karya sastra lainnya, satu saat pasti akan mudah….
masih meraba makna tapi suka dengan kata2nya..
ikiakukok,
salam malam ….terimakasih sdh mengapresiasi ……dalam setiap puisi, jika mau memahami maknanya, cari benang merah dari setiap larik….:)
wow … tulisannya indah bermakna … karena nggak semua bisa merangkai kata kata indah untuk menyampaikan apa yg ada di pikiran seperti ini *termasuk saya*
pertamaxxx……
apa nih makna kang…..saya blm mafhum
Mila, ini gaya meminta maaf pakai puisi…pada seseorang….:)
Seseorang itu siapa pak?
#Kalau boleh tahu.
Eh, sampai lupa. Sebelumnya salam kenal dari saya.
masih ga paham.. bahasanya tingi
danyf5habibi…salam kenal juga….:)
upss…hahaha yunggu saja nanti suatu saat dia mampir ke sini , bloger juga hahaha…:)
Pak Ibnu, salam kenal pak…..:)
memahami puisi itu berbeda dgn memahami sebuah tulisan non fiksi, perlu mendalami bahasa sastra ….btw terimakasih apresiasinya pak…:) salam.