dan angin menghempasku di trotoar jalanan yang tiba tiba saja memakan kakikakiku hingga kutakbisa melangkah menyusuri untaian katakata dan bibirmungilmu yang tiba tiba saja memakanku bulatbulat hingga tulangbelulangku remuk … Lanjut membaca
Puisi Iin Syah dan hilang waktu seperti tetesan embun di pucuk rambutan yang mencuri keemasan warna langit di senja yang habis kucoret dengan tinta ungu:rumah mungil terakhir. … Lanjut membaca