Sering kali ketika membaca dan melihat majalah majalah interior dan architecture, ada banyak foto foto dan design unik dan menarik plus kemewahan yang dihadirkan lengkap dengan segala ulasannya, tetapi ada satu kekurangannya : semua rata rata untuk diterapkan di rumah dengan luas tanah dan luas bangunan yang besar, minimal 200m2. Ketika melihat kenyataan yang ada di sekeliling kita saat ini sebagian besar adalah rumah rumah dengan type mungil dan luas tanah amat sangat terbatas. Rumah mungil dengan luas hanya sekitar 90m2 atau 76 m2 ,dengan ruangan yang amat sangat terbatas, Ruang Tamu menyatu dengan ruang keluarga dan juga ruang makan, plus dua kamar tidur dan satu kamar mandi diantara kedua kamar. Banyak diantaranya yang pasrah dengan keadaan dan kondisi tersebut. Interior yang memberikan sentuhan keindahan dan kenyamanan hanya sebatas mimpi atau hanya sebatas dekorasi ruang belaka.
Keterbatasan dana, keterbatasan anggaran untuk menyewa jasa designer interior atau pada kontraktor interior, akhirnya menomor duakan kenyamanan dan estetika. Suatu kenyataan yang sesungguhnya bisa diatasi dengan berbagai cara. Ada banyak cara untuk mengatasi hal tersebut, searching tentang konsultasi interior di media internet saat ini adalah solusi yang paling amat mudah. Ada beberapa designer interior yang menyediakan media konsultasi on line, atau bisa juga dengan mencari tahu , mencari ide untuk kemudian diterapkan sendiri. Keterbatasn keterbatasan itulah yang membuat saya mencoba mengetengahkan beberapa edisi catatan tentang design interior untuk rumah mungil.
Salah satu tips dalam mengelola organisasi ruang di rumah mungil adalah: jangan memberikan batasan batasan ruang dengan masive ( tertutup ) menggunakan dinding bata full dari lantai sampai ke atas. Penggunaan dinding bata full sebagai pembatas ruang pada area public dan semi public , hanya akan membatasi luas area yang sudah sangat terbatas. Selain memperjelas keterbatasan ruang, dari segi hubungan personal penghuni rumah , keamanan, kenyamanan dan estetika, dinilai memberikan kontribusi yang sangat tidak baik. Ada banyak cara untuk memberikan batasan ruang, salah satunya adalah dengan penempatan partisi setengah yang dikombinasikan dengan rak hias/aksesories/hobi dengan credenza televisi.
Sistem ruang terbuka, memberikan solusi atas segala keterbatasan ruang yang dimiliki. Selain faktor keamanan, kenyamanan dan estetika yang didapat, sistem ruang terbuka memungkinkan pengelolaan ruang yang menjadi efesien. Jika anda melihat gambar 3D di atas, maka akan jelaslah, bahwa keterbatasan ruang dicarikan solusinya dengan penempatan devider antara ruang tamu dan ruang keluarga yang menyatu dengan pantry dan minibar. Partisi rendah yang digabung dengan credenza televisi , dimanfaatkan pada bagian terbuka sebagai display untuk aksesories sang pemilik rumah. Design devider disatukan dengan pengelolaan design plafond di dua ruangan makin tampak jelas sentuhan estetika masih bisa bermain di rumah mungil. Jadi, Interior Rumah Mungil? Kenapa Tidak ?
Semoga Bermanfaat.
Bekasi, 10 – 10 – 11 / insert: 3D design, interior rumah tinggal Bp Sonny Suyitno, Purwakarta.
lisan saya di kompasian http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2011/10/10/interior-untuk-rumah-mungil-kenapa-tidak/
Kebetulan akang lg nyari2 blog kayak gini, maklum rumah akang juga tipe kecil luas tanah 90 m2….boleh donk kalo ntar tanya2 tentang design interior….salam kenal!!!
silahkan kang…mangga….diantosss